Puisi-puisi Dian Riasari
Menggoreng Berita
Segumpal daging jadi hangat
Ketika pendiangan dipantik api
Beranjak panas ketika digoreng
di minyak bertitik asap tinggi
Di meja hidang
Lilin-lilin lekas leleh
Sumbu pendek jadi abu
Dibakar marah api
Media massa acapkali enggan bijak
Layangkan kabar tanpa amanat
Keasyikan dalam kekacauan
Kadang serupa candu.
Malang, 18 November 2022
Di Mana Setan Berada
Seorang anak bertanya pada rembulan
Di mana setan berada
Di robot teknologi, di mesin-mesin digital, jawabnya
Seorang anak bertanya pada gerimis
Di mana setan berada
Di satelit-satelit, di keping gawai
Di lumpur maya, di seronok dunia, jawabnya
Anak menyepi di gunung tinggi, bersemedi
Nyalakan lilin di tanah paling rimba
Tapi nyamuk dan sulur-sulur pepohonan usik ketenangan
Bangsat!
Nyamuk mati
Darah sulur berleleran
Si anak terperanjat
Di mulutnya bercokol setan
Di tangannya bersemayam setan
Gunung sepi tak akan selamatkan ia
dari tajuk pendosa
Ia pun kembali ke ramai dunia
Rawat masa yang silih berganti
Karena setan tak jauh
Menghantui nurani
Sementara, Tuhan Maha Mengawasi.
Malang, 18 November 2022
Tentang Penulis:
Dian Riasari, lahir dan tinggal di Kota Malang, Jawa Timur. Berkontribusi di beberapa buku antologi, baik cerpen, cerita anak, dongeng, puisi, dan artikel, bersama komunitas menulis. Tertarik pada puisi dan bergabung di Community Pena Terbang (COMPETER). Juga mendulang ilmu di Kelas Puisi Online (KPO) dan Asqa Imagination School (AIS). Karya puisi atau cerpennya dimuat di media online: Ngebut Kata, Riau Sastra, Kabaran, Negeri Kertas, Lenggok Media, Hari Puisi, Jurnal Tinta, KKR Bali, Pahatan Sastra, Dermaga Satra, Kompasiana. Peraih juara 3 pada Lomba Cipta Puisi bersama Satria Publishing (2022). IG: dian_de_lala. FB: Dian Riasari.

Komentar
Posting Komentar