Puisi-puisi Muhammad Asqalani eNeSTe

 Salibon


dari mata turun ke air. kesedihan berendam setelah pertemuan menjamu dendam.


tapi itu kisah Dorian, Alumizza dan Karatiana, dan perempuan pengumpul racun dalam dongeng orang Gurun.


pada alismu yang tebal, otakku bebal, tingkahku janggal, bulan merah terasa tanggal, keluar dari laili hatiku yang kalap.


sebab cinta fisik yang mujarab, maka jerembab juga mataku pada baobab, bunga-bunga luka simalakama.


di depan ponsel layar retak, wajahmu yang mengangkat alis sebelah itu, membuat tubuhku tak imbang dan ambruk.


telah kukubur namamu, tapi wajahmu selalu bangkit. Yaa Bashar!


Kubang Raya, 17 November 2022


Ak


tak ada biola dalam umpama, tapi pinggulmu, yang terhubung dengan geronggang gelap nafsu, menciptakan bintang maha imitasi.


aku pun kalap, kekelep sebelum lelap.


hari-hari baikku musnah. abu beterbangan sewarna puntung neraka.


Kubang Raya, 17 November 2022



Ipon


Once upon a time, when the hell wheel for me to reach your both of legs


ya, behel itu jadi pisau api yang membius sisi relijiusku, aku lumpuh dalam simpuh, di antara kangkangmu yang gerhana bintang padam.


kata-katamu kota yang tertata dalam sulap, sebab segala yang kalap acak dalam cagak amigdala.


aku pun terima rumpun sycamore terbuat dari bercak rahasiamu. aku tuyul paling mandul. setelah lahan dalam diriku tak lagi reboisasi.


terasering kering, terlalu kau sirami hujjah tahan banting.


Kubang Raya, 17 November 2022







Muhammad Asqalani eNeSTe. Menulis sejak 2006. Ia tinggal bersama bayi bernama _Nawaitu F. Lliora Linchpin_. Ia pendiri Community Pena Terbang (COMPETER). Sehari-hari ia bekerja sebagai Mentor Menulis Puisi Online di Asqa Imagination School (AIS). IG: @muhammadasqalanie. Youtube: Dunia Asqa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-puisi Mohammad Iskandar,

Puisi-puisi Muhammad Sholeh