FASISME SEORANG ISTRI, Puisi Said Kusuma
duhai, permaisuri
kauyakini supremasi suami
kuasai semesta rumah tangga
menginvasi dapur hingga beranda
diplomatis, taklukkan tetangga hingga mertua
kelak, entah karena kudeta
atau musabab aku tiada,
kau ganti berkuasa
jadi ibu jari
mengawal keempat putra
teracung lurus ke udara
HAIL!!
--Jakarta 18112022
RESIDU MUSIM SALJU DI KAMARMU
di bawah selimut, terhampar padang kerinduan
berdua jelajahi, berderap tunggangi mimpi
daki puncak-puncak beku
bergandengan meniti tepi tebing
sergapan _avalanche_
menderu di landai kewaspadaan
mengubur tubuh kita dalam dekap tak sudah
menempati ruang dingin disesaki ingin
--Jakarta 18112022
Tentang Penulis:
Biodata:
Said Kusuma terlahir di Solo. Seorang praktisi seni musik, seni rupa, dan seni sastra. Dapat dijumpai karya-karyanya di akun instagram @said_serigalla, @gelometris & akun facebook @said_serigalla. Saat ini tinggal di Jakarta &bergabung bersama Kelas Puisi Bekasi (KPB), Competer Indonesia, AIS, & komunitas HUMA.
Email: modaroae@gmail.com
WA : 081586400166

Rindu menderu
BalasHapusSendu membiru
Hapussemangat berkarya. salam puisi
BalasHapus