Puisi-puisi Mohammad Iskandar,


Fantasi Jendela Menghadap Timur


masih di celah jendela

langit malam dan suara barzanji

mengiring lamun di bawah bohlam

ini fantasi dini hari

di tanah yang tersimpan ari-ari


ada kau datang dalam gelap

beserta angin sepi dan detak jantung

ingatan tentang kelahiran

selalu menyalakan lampu harapan

O, emak


rupanya di luar kenyataan

ada yang masih digariskan

berkelok sunyi garis tangan

bermuara di sebuah jejak

O, bapak


O, adik

masih terbaca surat-surat kasih

pertautan yang digariskan

oleh Tuhan, betapa lengang jarak ke belakang


masih terngiang alun barzanji dan janji suci

akan terus menziarahi kenangan di rumah kulon

meski sirna sebuah jendela

tempat mengingat segala yang ada


Ruang Kata, November 2022



Bibir


kadang ingkar

kadang bertutur

kadang teratur menggemakan pitutur

kadang tersangkut gosip tak teratur

kadang menyebar fitnah 

kadang mengumbar janji

kadang merayu hati

kadang membuyarkan iman sejati

kadang jadi dambaan hati

kadang mengungkap basabasi

kadang merenda kisah tersuci

kadang lagukan kisah hati

kadang dakwahkan pujapuji

kadang menerka zaman tak pasti

kadang membius lembut nurani

kadang termakan hasutan diksi

kadang mengobral cinta fiksi

kadang.....


Pandean, 9 Oktober 2019



Tepi Laut


batu bersimpuh

melantun sesal

diembus angin

tahun ke tahun

inilah takdirmu, Malin


mengikut bayang ibu

dalam kapal kayu

di atas ombak

kasih telah koyak dukacita mendalam

inilah takdirmu, Malin


ialah ibu

keramat yang terbaca

sebagai keajaiban kata


dikenang kesedihan

dari kedalaman buku

pitutur jiwa-jiwa

sampai ke zaman tua


sesal itu, Malin

tangis waktu, perlahan


Sidomulyo, 15 Agustus 2022





Mohammad Iskandar, lelaki kelahiran Demak, menulis puisi secara otodidak dan berproses di beberapa komunitas sastra. Puisinya banyak termuat di Facebook dan media di antaranya Nusa Bali, Suara Merdeka, biem.co, barisan.co, Semesta Seni, Elipsis dan Matasastra. Buku puisinya Lelaki Utara terbit tahun 2020.

Komentar

  1. Selamat Succesfull Sedulur SatuPena SatuHati SatuJiwa SatuRasa KOMPAK KEBERSAMAAN sepanjang masa Succesfull Sedulur

    Salam Kreatif sepanjang masa

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-puisi Muhammad Asqalani eNeSTe

Puisi-puisi Muhammad Sholeh