MENGAYUH HURUF-HURUF DINGIN

KOMUNITASPENIKMATPUISI.com - Puisi-puisi Sultan Musa


MENGAYUH HURUF-HURUF DINGIN 

Puisiku terus bermain, 
bersama huruf-huruf dingin seperti menganyuh sampan 
kutarik lurus sebuah perjalanan 

Huruf-huruf dingin, 
hanyut menari dengan doa 
bergerak lugas ke otakku 

Huruf-huruf dingin, 
menyelinap tenang bersama damai berharap balas 
di kepalaku 

Bersama puisi segalanya merekah bertumbuh selaras kisah 
perjalanan menuju ke rumah 
dan kutemukan sisi doa serta damai 
yang menengadah 

Entah, berapa jauh akan melangkah…! 

2021 

TARIAN KATA – KATA DINGIN 
: Chairil Anwar 

kepada titik kehidupan 
terus mengeja kejujuran 
menghampar sekelumit kesempatan 
berikan jejak ruang menorehkan 

kepada titik kehadiran 
menguak luas ketenangan 
berdenting semua beriringan 
sedekat melangkah harapan 

kepada titik kehilangan 
merambah maju atas kelemahan 
bergeming semua keinginan 
sejauh membasuh kekhawatiran 

Pada bait-baitmu ada angin santun menyapa, 
meski tinta itu telah terkapar 
 
Pada doa-doamu ada cahaya bertaut menjelma, 
meski janji itu telah tersungkur 

Atas tarian kata-kata dinginmu: 
menabuh antara abadi dan fana, 
sejuknya perjalanan panjang ke rahim larik 

2022 


Biodata Penulis: 

Sultan Musa berasal dari Samarinda, Kalimantan Timur. Tulisannya terpublikasi di berbagai platform, baik media daring maupun luring. Beberapa karyanya masuk pada antologi bersama penyair, baik skala nasional maupun internasional. Antologi Puisi Penyair Dunia “Wangian Kembang: Antologi Puisi Sempena Konvesyen Penyair Dunia-KONPEN” digagas oleh Persatuan Penyair Malaysia (2018), Antologi Puisi “Negeri Serumpun” Khas Sempena Pertemuan Dunia Melayu GAPENA & MBMKB (2020), “La Antologia De Poesia Cultural Argentina–Indonesia“ Antologi Puisi Budaya Argentina-Indonesia (2021). Antologi Puisi “Cakrawala Islam” MAIK-Majlis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Kelantan, Malaysia (2022), Festival Sastra Internasional Gunung Bintan-Jazirah (2019, 2020, 2021, dan 2022), serta HOMAGI-International Literary Magazine. Karyanya pun tercatat pada buku  “Apa  &  Siapa  Penyair  Indonesia-Yayasan  Hari  Puisi  Indonesia”  Jakarta  2017. Karya  tunggalnya  bertajuk  TITIK  KOMA  (2021)  masuk  nominasi  Buku  Puisi  Unggulan  Penghargaan  Sastra  2021 yang ditaja Kantor  Bahasa  Provinsi  Kalimantan  Timur.  Karya terbarunya 2023 bertajuk "Sadajiwa" dan Ia dapat dihubungi melalui akun Instagram:  @sultanmusa97.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-puisi Muhammad Asqalani eNeSTe

Puisi-puisi Mohammad Iskandar,

Puisi-puisi Muhammad Sholeh